Selasa, 20 Desember 2011

SEMBILAN ANAK AMBON


sembilan anak ambon  adalah sembilan sejarah pahit dan manis
mereka adalah anak  matahari yang turun dari gunung tinggi
mereka berlari di pasir putih pulau kecil yang begitu terkenal
mereka adalah anak semua pulau dan anak semua benua

sembilan anak ambon adalah anak-anak campuran darah
mata garida mata cipit, kulit hitam kulit sawo kulit langsa
mereka anak malaikat di waihaong batumerah soya passo
di nusaniwe tanjung alang sirimau salahutu nusa aponno

mereka dibesarkan oleh seribu lagu
gelombang laut biru dan angin sibu-sibu
sejak lahir, di nadinya sudah ditaruh doa-doa
allah akbar allah akbar allah akbar

anak pertama berkata : beta ingin menjadi pohon pala
supaya beta punya buah bisa jadi manisan
ada fuli merah dan biji yang harum
sampai ke gurun pasir atau negeri salju

anak kedua tak mau kalah : beta mau jadi pohon sagu
beta akan tumbuh tinggi dengan batang yang kukuh
daun untuk atap, gaba-gaba untuk sahu reka-reka
dan beta tak pernah berhenti menyuguhkan papeda

anak ketiga angkat suara : beta ingin menjadi embun
biarkan beta sebagai kamu-kamu di awan rendah
tergantung di atas gunung sirimau dan salahutu
supaya jika hati panas, beta jadi butiran sejuk di dada

anak keempat pun berdiri : beta adalah kole-kole
kalau ke pantai seberang,  beta mengantar
sambil bermain ombak di air teluk manise
dan kita takan pernah gementar di lautan

anak kelima pun datang : beta jadi suling bambu
supaya beta bisa membunyikan banyak nada lagu
beta mau sembuhkan semua luka yang biru
bersama ukulele, tifa, rebana, totobuang jadi satu

anak keenam bergetar : beta akan menjadi angin
jikalau perlu, beta akan bertiup di segala musim,
beta ingin meninabobokan biji mata yang lelah
supaya mereka merasakan indahnya belaian mama

anak ketujuh dengan suara pelan : beta mau jadi garam
rasa apa jika makanan begitu hambar di atas meja ?
mama pasti menabur hanya sedikit, di ujung senduk
dan seluruh kota akan merasakan berkah yang tercurah

anak kedelapan : beta adalah sebatang lilin
biarkan nyala ini membakar tubuh ini
beta meleleh dan meleleh cair lalu hilang
asalkan jadi cahaya, hanya sedikit cahaya

anak kesembilan  melankoli : beta mau jadi kenangan
kenangan adalah sesuatu yang tidak bisa dipenjara
kenangan takan terpuruh di tengah krisis dan perang
kenangan menyimpan semuanya dengan hati suci

sembilan anak ambon  adalah sembilan sejarah pahit dan manis
mereka adalah anak  matahari yang turun dari gunung tinggi
mereka berlari di pasir putih pulau kecil yang begitu terkenal
mereka adalah anak semua pulau dan anak semua benua

mereka adalah anak-anak yang memberi dan bukan meminta
mereka adalah anak-anak pemenang dan bukan pecundang
mereka adalah anak-anak yang bisa menaklukkan gunung
mereka adalah anak-anak yang bergerak dengan rasa haru

ambon, 19 desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar