Rabu, 21 Desember 2011

DI TEPIAN DANAU GALILEA

 Wirol menggulung layar ketika ombak mengecil di keningnyaMungkin dia ingat ibu yang menunggu di depan pintu kayu

Noel mengikis lumut hijau di badan sampan sambil bersiul
Mungkin dia melagukan angin barat yang selalu saja purba

Tamaela menjemur jala dekat para-para bambu
Mungkin dia membayang nona kebaya datang merayu

Aprino mengikat semang bengkok sambil menatap sang fajar
Mungkin dia menanti bidadari mandi meninggalkan salendang

Eko mengumpulkan kayu hanyut lalu membuat api menari
Mungkin dia menitip doa pada asap yang membumbung

Mario memukul kemudi menjadi tifa membuang sisa kantuk semalam
Mungkin dia menarikan cakalele sambil merindu sekawanan kawalinya

Weslly menggambar ikan paus raksasa terdampar di hamparan pasir
Mungkin dia menghibur anak nelayan bermata nanar dengan keranjang kosong

Maka datanglah sang penyair dengan metafora yang mengeritingkan rambut
dan tiada bertanya, nelayan Nusaniwe–Tanjung Alang pergi menjala jiwa

Jakarta, 28 September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar