Wirol menggulung layar ketika ombak mengecil di keningnyaMungkin dia ingat ibu yang menunggu di depan pintu kayu
Noel mengikis lumut hijau di badan sampan sambil bersiul
Mungkin dia melagukan angin barat yang selalu saja purba
Tamaela menjemur jala dekat para-para bambu
Mungkin dia membayang nona kebaya datang merayu
Aprino mengikat semang bengkok sambil menatap sang fajar
Mungkin dia menanti bidadari mandi meninggalkan salendang
Eko mengumpulkan kayu hanyut lalu membuat api menari
Mungkin dia menitip doa pada asap yang membumbung
Mario memukul kemudi menjadi tifa membuang sisa kantuk semalam
Mungkin dia menarikan cakalele sambil merindu sekawanan kawalinya
Weslly menggambar ikan paus raksasa terdampar di hamparan pasir
Mungkin dia menghibur anak nelayan bermata nanar dengan keranjang kosong
Maka datanglah sang penyair dengan metafora yang mengeritingkan rambut
dan tiada bertanya, nelayan Nusaniwe–Tanjung Alang pergi menjala jiwa
Jakarta, 28 September 2011
Noel mengikis lumut hijau di badan sampan sambil bersiul
Mungkin dia melagukan angin barat yang selalu saja purba
Tamaela menjemur jala dekat para-para bambu
Mungkin dia membayang nona kebaya datang merayu
Aprino mengikat semang bengkok sambil menatap sang fajar
Mungkin dia menanti bidadari mandi meninggalkan salendang
Eko mengumpulkan kayu hanyut lalu membuat api menari
Mungkin dia menitip doa pada asap yang membumbung
Mario memukul kemudi menjadi tifa membuang sisa kantuk semalam
Mungkin dia menarikan cakalele sambil merindu sekawanan kawalinya
Weslly menggambar ikan paus raksasa terdampar di hamparan pasir
Mungkin dia menghibur anak nelayan bermata nanar dengan keranjang kosong
Maka datanglah sang penyair dengan metafora yang mengeritingkan rambut
dan tiada bertanya, nelayan Nusaniwe–Tanjung Alang pergi menjala jiwa
Jakarta, 28 September 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar