aku minum saja karena itu adalah dikau
matahari tiada habis-habisnya tercurah
benarkah semua ini untukku sahaja ?
aku pergi ke pantai tua menelan ombak
rupanya kau merebusnya sepanjang malam
pasir yang putih purba terasa amat manis
aku berjanji mencintainya sebagai kekasih
pohon kasuari melambai ke kanan ke kiri
kaukah yang mengangkatku begitu tinggi ?
kau senyum di awan yang terus berubah
pantas saja lukisanku tidak pernah selesai
dikau memang selalu begitu dari dahulu
bercanda sesukamu tiap kali ada waktu
pagi ini angin yang kau kirim terasa lapuk
aku minum saja seperti nenek moyangku
ambon, desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar