Minggu, 18 Desember 2011

DIKAU

pagi ini angin yang kau kirim terasa lapuk
aku minum saja karena itu adalah dikau

matahari tiada habis-habisnya tercurah
benarkah semua ini untukku sahaja ?

aku pergi ke pantai tua menelan ombak
rupanya kau merebusnya sepanjang malam

pasir yang putih purba terasa amat manis
aku berjanji mencintainya sebagai kekasih

pohon kasuari melambai ke kanan ke kiri
kaukah yang mengangkatku begitu tinggi ?

kau senyum di awan yang terus berubah
pantas saja lukisanku tidak pernah selesai

dikau memang selalu begitu dari dahulu
bercanda sesukamu tiap kali ada waktu

pagi ini angin yang kau kirim terasa lapuk
aku minum saja seperti nenek moyangku

ambon, desember 2011





Tidak ada komentar:

Posting Komentar